Sebagian
wilayah Indonesia saat ini sudah memasuki musim hujan. Inilah masa di mana
burung peliharaan umumnya merasa kurang nyaman. Sebab sebagian besar burung
kicauan yang kita pelihara adalah burung lokal, yang di alam liar pun terbiasa
dengan iklim tropis yang hangat. Lovebird, meski bukan plasma nutfah asli
Indonesia, habitat aslinya bahkan di kawasan Afrika yang lebih hangat daripada
Indonesia. Karena itu, pada saat cuaca dingin seperti musim hujan ini, perlu
perhatian ekstra dalam perawatan lovebird.
Lovebird
rentan sakit pada saat cuaca dingin.
Perubahan
iklim global memang menyebabkan cuaca pada musim hujan dalam satu dekade
terakhir ini agak berbeda dari beberapa dekade sebelumnya. Kita sering
merasakan cuaca yang sangat panas, namun mendadak turun hujan disertai angin
kencang dan udara yang dingin.
Om Kicau
pernah menurunkan artikel mengenai cara menjaga performa burung lomba saat musim hujan,
yang berlaku untuk berbagai jenis burung kicauan. Kali ini khusus membahas lovebird,
baik burung lomba maupun burung rumahan, mengingat habitat aslinya jauh lebih
hangat daripada Indonesia.
Benar, lovebird
yang berasal dari penangkaran di negeri kita tentu sudah beradaptasi dengan
cuaca di Indonesia. Namun karena bukan plasma nutfah asli Indonesia, tetap saja
susunan genetiknya sama seperti lovebird yang ada di habitat aslinya. Susunan
genetik ini sudah ditakdirkan Sang Khalik untuk lovebird, agar mampu bertahan
hidup di habitatnya yang panas.
Di Eropa dan
Amerika Utara, di mana lovebird juga marak dipelihara dan diternak, para
penggemar burung biasanya memiliki mesin penghangat ruangan. Tidak usah memelihara
lovebird pun, masyarakat setempat umumnya memiliki mesin penghangat ruangan,
atau setidaknya tungku api, untuk memperoleh kehangatan pada musim dingin.
Musim dingin
yang memiliki suhu udara di bawah 10 derajat Celcius (°C), bahkan di
Skandinavia bisa di bawah nol °C, tentunya akan menyulitkan lovebird bisa
mempertahankan hidupnya. Sebab, lovebird tidak mampu bertahan hidup pada suhu
di bawah 16°C / 64°F. Pada kondisi tersebut, lovebird akan mengalami
penurunan sistem kekebalan tubuh hingga titik terendah, sehingga rentan
terserang penyakit dan gangguan kesehatan lainnya.
Karena suhu
udara di Indonesia tidak seekstrem Eropa, tentu kita tidak memerlukan mesin
penghangat untuk perawatan lovebird. Tapi yang perlu dilakukan adalah
menghindari burung dari terpaan angin secara langsung, baik melalui lubang
ventilasi, pintu, maupun kipas angin secara langsung. Sebab hal ini akan
membuat burung mudah stres, terlebih jika cuaca dingin saat hujan atau selepas
hujan.
Karena
itulah, penggantangan atau lokasi menggantang sangkar lovebird harus menjadi
pertimbangan agar burung Anda tetap sehat, lincah, dan rajin berkicau.
Banyak cara
yang bisa dilakukan untuk menjaga kehangatan lovebird selama musim hujan,
seperti uraian berikut ini :
1. Memasang
lampu full spektrum
Selama musim
hujan, Anda bisa mengganti lampu biasa dengan lampu full spektrum. Lampu ini
memiliki suhu warna 5500 K (Kelvin), dan memiliki cahaya yang menyerupai sinar
matahari, sehingga baik bagi kesehatan burung terutama di musim hujan.
Sebab pada
musim hujan, khususnya mulai awal Januari hingga akhir Februari nanti,
intensitas sinar matahari yang menerpa sebagian besar wilayah Indonesia
mengalami penurunan. Untuk menjemur burung pun susah. Baru dijemur sebentar,
sudah mendung, bahkan turun hujan.
Jadi, ketika
cuaca seperti itu, penggunakan lampu full spektrum sangat membantu. Lovebird
bisa disimpan di dalam ruangan dengan penerangan dari lampu tersebut. Lampu ini
juga sangat bagus untuk lovebird yang ditangkarkan, karena bisa membantu burung
induk tetap produktif selama musim hujan.
2. Menutup
sangkar dengan kerodong
Diusahakan
burung lebih sering dikerodong, terutama ketika cuaca mendung atau turun hujan,
disertai dengan embusan angin kencang. Sepanjang burung tetap full kerodong,
boleh saja sejak pagi hingga sore hari digantung di teras rumah. Yang penting
tempias air hujan tidak mengenai sangkarnya.
Fungsi
kerodong, selain menjaga burung dari embusan angin yang terlalu dingin di musim
hujan, juga menjaga suhu dalam sangkar tetap hangat.
3.
Memberikan tenggeran elektrik
Tenggeran
elektrik
Di luar
negeri, khususnya di Eropa dan Amerika Utara, banyak penggemar burung paruh
bengkok (termasuk lovebird) yang menggunakan tenggeran elektrik saat musim
dingin tiba. Fungsinya sebagai pemanas atau penghangat sewaktu burung
bertengger.
Anda tidak
akan menemukan barang tersebut di Indonesia. Tetapi bisa saja membeli secara
online melalui beberapa situs jual-beli terkemuka seperti Amazon atau Ebay
dengan kata kunci electric perch.
4. Porsi dan
menu pakan ditambah
Coba kita
merenung, kalau saat udara dingin, perut mudah lapar bukan? Ini karena energi
yang berasal dari makanan langsung diolah dan dimanfaatkan untuk melawan hawa
dingin. Nah, begitu pula dengan burung, termasuk lovebird. Karena itu,
jika cuaca cenderung dingin dalam waktu cukup lama, porsi pakan untuk lovebird
perlu ditambah. Menu juga bisa ditambah agar lebih bervariasi.
Berbeda dari
jenis burung kicauan seperti murai batu
atau kacer yang bisa diberi ulat hongkok atau porsi
jangkrik ditambah supaya tubuh terasa hangat, lovebird dan burung paruh
bengkok lainnya bisa diberi pakan racikan berbahan dasar telur rebus atau eggfood.
Eggfood memiliki kandungan protein dan
energi tinggi yang bisa menghangatkan tubuh lovebird. Bagaimana cara membuat eggfood,
silakan buka arsipnya di sini.
Pakan lain
seperti biji kuaci, millet, kangkung, sayuran hijau, dan buah-buahan tetap
harus selalu tersedia selama musim hujan, karena dari situlah burung bisa
mendapatkan energi dan protein yang dibutuhkan.
5.
Memperbanyak multivitamin selama musim hujan
Selama musim
hujan, biasakan burung selalu diberi multivitamin untuk agar mekanisme
pertahanan tubuhnya tetap berfungsi optimal. Apabila ada dua lovebird dalam
satu rumah, yang satu sakit dan yang satu lagi sehat, itu akibat
mekanisme pertahanan tubuh pada saat muncul serangan penyakit memang berbeda.
Burung dengan mekanisme pertahanan tubuh yang optimallah yang tidak tertembus
agen-agen penyakit.
Beberapa
pemilik lovebird lomba pun membiasakan memberi multivitamin kepada burung.
Salah satunya adalah Joko TB dari Berkah SF Cirebon yang memiliki beberapa
lovebird jawara seperti Alphard, Fortune, Ferrari, dan BMW. Setiap pagi,
burung-burungnya diberi multivitamin.
Anda pun
perlu menerapkan kebiasaan tersebut, meski sebenarnya boleh tidak setiap hari.
Pada musim hujan, Anda bisa memberikan multivitamin (misalnya BirdVit)
4-5 kali seminggu. Tetapi jika musim hujan sudah berlalu, frekuensi
pemberiannya dapat diturunkan menjadi 2-3 kali seminggu.
Itulah
beberapa hal penting mengenai perawatan lovebird dalam cuaca dingin, terutama
pada musim hujan seperti sekarang. Lebih baik bersikap proaktif, daripada
reaktif: baru bertindak jika burung terlanjur sakit.
Satu hal
lagi yang tidak boleh dilupakan, khususnya untuk burung yang sering dilombakan,
adalah segera menjemur burung jika cuaca sedang cerah. Namun, harus ada orang
yang memantaunya. Siapa tahu cuaca tiba-tiba berbalik mendung. Ya, namanya juga
perubahan iklim global, cuaca seringkali ekstrem, dan kita tak bisa
mencegahnya.
Semoga
bermanfaat.

No comments:
Post a Comment